Pages

Senin, 29 April 2013

KANTIN PUSAT

Beberapa kantin yang ada di Unnes malah terlihat seperti warung-warung kecil yang masuk ke dalam kampus. Tempat yang kurang mendukung dan kurang bersih serta rapi. Kantin yang tiap hari kuliah sangat terasa ramai dan bisa di katakan umpel-umpelan. Banyak mahasiswa yang mengeluh akan layanan kantin yang kurang profesional alias lama. Jumlah pemesan dan pelayannya yang tidak bisa terimbangi embuat kita enggan dan dirugikan, apabila jam istirahat yang tidak memungkinkan untuk menunggu bisa-bisa kita malah tidak jadi memesan alias mebatalkan pemesanan.
Hal itulah yang membuat kita mahasiswa lebih memilih untuk membeli makanan di luar kampus. Meskipun jaraknya terbilang jauh jika di bandingkan dengan kantin yang ada di kampus. Tapi banyak sekali faktor yang mendorong kita untuk lebih memilih makan di luar kampus. Harga makanan jika di bandingkan dengan harga yang ada di luar bisa di bilang berbeda jauh dan tentunya lebih sangat murah pada warung-warung di luar sana. 

tipe prasmanan dimana mahasiswa mengammbil makanan sendiri

Tidak ada salahnya jika Universitas juga membuat kantin yang benar-benar mudahkan mahasiswanya. Membuat kantin pusat yang benar-benar di kelola dan di atur oleh universitas.Mungkin mahasiswa bisa di kenakan biaya untuk mebayar makan tersebut dan tentunya harganya pun harus terbilang murah sesuai dengan kantong mahasiswa yang ada di UNNES. Jadi mahasiswa lebih memilih untuk makan di kantin tersebut. Kantin yang bertipe prasmanan alias di ambil sendiri.



meja kursi kantin

Lalu kursi dan meja yang tertata rapi dalam ruangan juga membuat lebih nyaman jadi kita sebagai mahasiswa akan lebih nyaman. Berbeda sekali dengan kantin yang sekarang ini ada di unnes tepat yang kurang nyaman serta kuantitas tempat duduk yang tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa yang ada di kampus. Selain lebih nyaman, kantin yang bertipe seperti ini disini kita mahasiswa bisa saling berkomunikasi dengan mahasiwa lainnya. Jadi komunikasi akan terjalin baik dengan kata lain kantin juga bisa sebagai sarana untuk saling berkomunikasi. karena kantin yang di pusat kan ungkin dapat di pusatkan dalam satu fakultas maka kita bisa menjalin hubungan baik dengan mahasiswa-mahasiswa yang ada dalam naungan satu fakultas.

Selain menjadi kantin, juga dapat di manfaatkan untuk pusat kegiatan mahasiswa yakni saling sharing saling tukar pikiran ataupun juga bisa di gunkan untuk mengerjakan tugas juga. Apabila di tambah dengan fasilitas hotspot yang ada dalam kantin maka tidak sedikit mahasiswa yang merasa betah dan nyaman dengan fasilitas kampus. Dapat di manfaatkan untuk mengerjakan tugas kelompok ataupun individu. Banyaknya UKM dan Organisasi yang ada di universitas, ini membutuhkan tempat untuk rapat atau membahas suatu hal yang ada di dalamnya. Disini mereka bisa memanfaatkannya sebagai tepat untuk berkupulnya suatu komunitas atau lainnya. jika berkutat di dala PKM juga kurang nyaman. karena tempat yang sempit dan kadang berbenturan dengan komunitas lain yang juga mengadakan perkumpulan. Jadi di kantin yang luas dan di dala ruangan dapat di gunakan untukberbagai hal yang bermanfaatnya. Tidak ada salahnya jika Kantin Pusat di realisasikan.
kantin yang menjadi pusat kegiatan serta sharing



Sabtu, 27 April 2013

RANCANGAN RUANG KELAS UNNES

Mungkin dibeberapa Universitas di Indonesia rata-rata menggunakan ruang kelas yang tidak jauh berbeda dengan ruang kelas pada Sekolah pada umumnya tapi jika di buat lebih nyaman maka kita sebagai mahasiswa juga akan lebih fokus dengan bahan ajaran yang sedang di berikan oleh dosen. Ruang kelas yang seperti ini banyak sekali kelemahannya. Yakni seperti penyusunan yang lempeng lurus kebelakang maka, kurang lebih mahasiswa yang ada di belakang akan sedikit di rugikan karena whiteboard atau layar LCD yang tidak terlihat karena tertutup oleh mahasiswa yang ada di depannya.

ruang kelas UNNES
Hal ini menyebabkan mahasiswa kurang fokus dengan bahan ajaran karena tidak dapat melihat dengan jelas. Ini membuat mahasiswa berebut untuk duduk di depan dan betapa alangnya ahasiswa yang tidak endapatkan tepat duduk yang ada di belakang karena kemungkinan juga akan tertutup. Meskipun sedikit bodoh atau impossible tapi, jika tatanan meja kursi yang ada di UNNES di ubah layaknya universitas yang ada di luar negri dengan tatanan meja kursi yang seperti anak tangga yang memberikan luang untuk mahasiswa yang duduk di belakang. Penataan meja dengan semakin ke belakang tempat duduk itu maka akan semakin ke atas posisi kursi tersebut. Penataan meja kursi seperti ini akan mengurangi mahasiswa yang duduk di belakang yang tertutup oleh mahasiswa yang ada di depannya. Mahasiswa pun merasa lebih nyaman dan juga lebih fokus ke depan kepada dosen yang sedang memeberikan materi.

ruang kelas universitas di luar negri
Selain di buat naik ke atas tatanan meja dan kursi juga bisa di buat sedikit melingkar jadi whiteboard dan layar LCD serta dosen yang menyapaikan materi di fokuskan di tengah mahasiswa. ini mengurangi kuantitas mahasiswa yang berada di belakang dan full kan di depan dan di samping. ini salah satu alternatif rancangan ruang kelas yang sangat di rekomendasikan untuk di terapkan di UNNES

 

Kamis, 21 Maret 2013

Kurang Efektifnya di Bangun Gedung Serba Guna (GSG) UNNES


Parkir Pusat Unnes GSG
Gedung Serba Guna UNNES dibangun sebenarnya dimaksudkan untuk parkir seluruh mahasiswa UNNES tapi dalam pelaksanaannya hanya beberapa anak yang parkir disana. Mahasiswa lebih memilih parkir di parkir alternatif seperti di FMIPA,FT,FH,FBS,FIP, dan FIK di dekat kawasan masing-masing fakultas memiliki alternatif parkir di daerah sekitar fakultas. Menurut Saya percumah membangun GSG jika tidak di manfaatkan sebaik mungkin. kalau memang boleh parkir di fakultas masing-masing kenapa harus ada kebijakan bebas kendaraan bermotor di kampus toh kendaraan mahasiswa dan dosen pun juga bisa masuk ke kampus hanya tidak bisa masuk ke dalam fakultas. Mungkin jika di pikir secara logis sangatlah tidak efektif jika peraturannya hanya berubah sedikit. Memang dulu kita bisa parkir bebas di dalam fakultas dan bisa masuk lebih dekat dengan gedung jurusan seperti di jurusan Teknik Sipil kita bisa parkir dekat sekali bahkan di bawah gedung jurusan persis. Namun jika di bandingkan dengan kebijakan sekarang yang mengatur untuk parkir di luar fakultaas persis tidak jauh berbeda  dikarena kendaraan masih saja bisa masuk di kawasan kampus.
sisi samping GSG bebrapa ruko tampak sudah di tempati
Mungkin dari pihak kampus memikirkan bahwa susahnya jika harus memilh parkir pusat. harus antri bus jalan jauh lelah dan lain sebagainya. Namun jika kita di berikan fasilitas yang maksimal maka kita sebagai mahasiswa juga akan memilih parkir bebas dan menaati aturan yang ada. jika fasilitasnya hanya itu-itu saja dan tidak ada perkembangan bagaimana kita mau dan tertarik untuk menggunakannya. kualitas bus yang kurang layak karena AC bocor atau kuota yang kurang memadahi. Coba di bayangkan jika kita di berikan fasilitas yang maksimal seperti bus yang AC nya sejuk kuotanya lebih banyak tidak hanya itu tapi jika sepeda-sepeda yang di pinjamkan itu masih layak di gunakan ya kita masih berpikir-pikir untuk memilih fasilitas kampus yang lebih nyaman dan maksimal. Jika sepeda yang di sediakan keadaannya tidak memungkinkan seperti ban yang bocor atau kempes atau ada bagian-bagian yang rusak ataupun rantai sepeda yang mulai berkarat. ya kita mikir-mikir ngapain di pakai orang sepeda butu begitu mana ban kempes lagi masa ya kita harus ke tambal ban buat mompa ban nya tau bawa pompa ke kampus ya malah repot dong ya. nah pikiran-pikiran seperti ini ya ng sering muncul di benak kita. Ya kalau meang kurang bermanfaat ya mbok buat gedung lain. GSG UNNES malah tampak seperti mall karena ada ruko-ruko di dalamnya dan parkiran tidak digunakan full hanya 1 lantai yang di isi padahal masih ada beberapa lantai di atasnya.

Senin, 18 Maret 2013

Transportasi Kampus UNNES



Sejak di berlakukannya kebijakan bebas kendaraan bermotor di kampus UNNES pada tanggal 2 Januari 2013 dengan slogannya yaitu:
”Di Kampus : Jalan Kaki atau Bersepeda, Yuk!” 


Kampus  Konservasi UNNES sudah menyediakan fasilitas transportasi di sekitar yang menghubungkan fakultas satu dengan fakultas lain yakni Bus UNNES dengan jumlah total 4 unit.


Transportasi ini sebagai alternatif  jika ada beberapa faktor yang tidak memungkinkan mahasiswa itu sendiri untuk berjalan kaki seperti di karenakan jarak fakultasnya jauh dari tempat parkir atau yang lainnya. Karena kebijakan tersebut sebenarnya dimaksudkan untuk mengarahkan mahasiswa agar bersepeda dan berjalan kaki untuk mengurangi polusi disekitar kawasan kampus dan juga untuk hidup sehat. Namun fasilitasnya belum maksimal seperti Bus kampus yang sudah mulai di biasakan kepada mahasiswa fasilitasnya kurang, sepereti AC yang rusak dan kapasitasnya yang kurang memadahi, tidak seimbang dengan jumlah mahasiswa yang ada. Mungkin lebih baik jika busnya diganti dengan bus yang memungkinkan kuotanya lebih banyak dan penumpang yang berdiri juga nyaman, atau mungkin mengubah desain tempat duduk bus UNNES dengan desain dalam bus Trans Semarang yang menyediakan kuota yang lebih banyak dengan desain kursi yang sedemikian rupa  dan memberika tepat untuk berpegangan kepada penumpang yang berdiri. 


desain tepat duduk bus trans Semarang



desain dalam bus yang menyediakan pegangan bagi penumpang yang berdiri

Mungkin desain bus UNNES bisa diubah desainnya mirip dengan bus trans namun busnya tetap. Hal tersebut dapat menambah banyaknya kuota yang bisa masuk dalam bus dan keamanan pun lebih terjamin karena bagi penumpang bus yang berdiri mereka memiliki pegangan di dalam bus jadi ini mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan di dalam bus seperti terjatuh yang di karenakan tidak ada pegangan dalam bus. Tidak hanya itu kami juga mengharapkan jika fasilitas busnya di perbaiki sepertiAC bus yang bocor dan rusak agar segera diperbaiki serta menyamakan fasilitas satu bus dengan bus yang lain karena dalam pengamatan saya fasilitas bus satu dan lainnya sangat jauh berbeda seprti kualitas ACnya atau fasilitas tambahan seperti TV ataupu yang lain. Ada bus yang fasilitasnya sangat menghawatirkan alias parah jadi lebih baik jika seua Bus Fasilitasnya di samakan. Jadi harapan kami hanyalah mendapatkan fasilitas kampus yang semaksimal mungkin.